“...” Cath hanya diam, melihat
tidak ada respon dari lawan bicaranya Levi mengulang lagi pertanyaannya “Apa
kau lapar? Kebetulan temanku menunggu dibawah, jika kau mau, kita dapat pergi
kebawah bersama.”
Berpikir mungkin di kota ini
tidak ada orang yang berniat jahat, Cath pun akhirnya meng-iyakan ajakan orang
itu “Baiklah” dan sebelum beranjak kelantai dasar, Levi pun tidak lupa mengunci
pintu kamar itu.
‘Cklek’. Selama perjalanan menuju
kelantai bawah, hanya pembicaraan basa-basi saja yang mengisi percakapan
mereka, seperti
‘Apa kau, emm bukan maksudku Cath. Apa baru pertama kali menginjakkan
kaki di kota ini?’
‘Cath, jadi nanti kamu disini hanya tinggal sendirian?’
‘Kamu sekolah ditingkat apa?’
Dan semua pertanyaan itu hanya
dijawab dengan satu kata ‘Iya’ oleh
Cath. Apa seburuk itukah sifat anti-sosial Cath?
Dengan berlalunya pertanyaan tadi, akhirnya mereka sampai kelantai dasar. Cath
pun mencari ayahnya dilobby utama dan
akhirnya menemukannya.
“Pap!” sapa Cath sambil berlari
kecil. “Papa bisa mnurunkan semua barangku dan menaruhnya didekat receptionist dahulu. Karena aku diajak
untuk makan siang dahulu, kupikir disini cukup baik. Jika sudah semua, Papa
bisa pulang.” Sambil mencium pipi ayahnya, Cath hampir lupa memperkenalkan
teman barunya.
“Pap, kenalkan ini Levi, dan Lev
kenalkan ini Papa.” Mereka berdua pun bersalaman, setelah itu Cath pun langsung
beranjak pergi dan berkata pada ayahnya “Akan kuhubungi setiap harinya, Pap!”
Setelah menjauhi ayahnya, Levi
dan dan Cath pun bertemu dengan orang yang disebut sebagai teman Levi.
“Hei!” Seseorang melambaikan
tangannya kearah Levi, Levi pun membalasnya dengan senyum yang merekah
“Oi!”. Cath yang tidak kenal
dengan laki-laki itu pun hanya mengikuti arah jalan Levi.
“Perkenalkan, ini Jose. Temanuk
sejak aku SMP.” Kata Levi memperkenalkan temannya itu. Merasa gugup karena Jose sedikit lebih tampan dari Levi,
Cath pun mengulurkan tangannya, dan Levi pun melanjutkan kata-katanya
“Dan ini Cath, teman sekamarku
nanti.”
“Cath.”
“Jose” sambil tersenyum, kedua
orang itupun melepaskan jabatan tangannya. Levi yang melihat kejadian itu pun
berkata “Baru pertama kali berjumpa saja sudah senyum-senyum, gimana kalau
setiap hari?Huh, sudah cepat kalian jalan. Aku sangat lapar, toh tempat nya
juga dekat.” Levi pun memimpin jalannya.
==
Selesai sesi makan siang, Levi
dan Cath pun balik kekamar mereka. Jose memilih untuk langsung pulang karena
ada urusan mendadak.
“Jadi orangtua mu tinggal di kota
berbeda denganmu? Kenapa kau pindah kesini?” hahh, pertanyaan sepele lagi. Menurut Cath
“Iya. Karena menurut orangtuaku,
aku sudah cukup dewasa dan karena menurut mereka sekolahku juga lebih dekat
dari sini. Jadi aku dipindahkan kesini, deh.”
“Jadi kamu bakal jadi anak
pindahan sekolah baru ya?” tanya Levi sambil masuk kedalam kamar baru mereka.
“Iya” jawab Cath sambil mengikuti Levi dari belakang.
“Disekolah mana?”
“Pas depan gedung ini, kayaknya
sih ya...” Cath pun tidak tahu pastinya tempat itu, tapi pengakuan ayahnya
tentang keberadaan sekolahnya seperti itu.
“Oh itu? Sekolahku juga disitu!
Ohiya, aku belum menceritakan ya kalau aku murid pindahan juga hahaha..” kata
Levi dengan semangat nya. “Jadi tuh awalnya...”
Dengan muka pasrah dan rasa lelah
yang bergabung menjadi satu, akhirnya Cath pun mendengarkannya sambil memainkan
ponsel nya. Iseng-iseng buka instagram,
K-Idol yang ia kagumi selama ini ada post foto terbaru
Eunh*****
POST THE PHOTO
Eunh***** : with mom&dad
Dengan senang hati tentu saja
pikiran Cath tersita oleh satu posting-an
idol tersebut. ‘Oh, tak salah selama ini
aku mengidam-idamkan nya. Apa aku berlebihan menjadi fangirl?’ pikir Cath
dalam hatinya.
“Oi, apa kau mendengarku?” tanya
Levi tiba-tiba karena merasa tidak dihiraukan. Tidak dihiraukan juga, ia pun
mengguncang pundak Cath “Oi!”
“Eh? Kenapa?” Cath kebingungan
karena diguncang seperti itu, habis menambahkan comment di instagram idol-nya
itu ia pun mengalihkan perhatiannya pada Levi.
“Kau tidak mendengarkan ceritaku
barusan ya?”
“Tidak.” Dengan santainya Cath
menjawab lalu mengalihkan perhatiannya pada ponselnya lagi. Dengan muka aneh
Levi menatap Cath yang masih serius dengan smartphone-nya
...

Dari penulis best-seller Eleanor and Park
Penulis: Rainbow Rowell
Terbit: November 2014