Kamis, 30 Oktober 2014

[Diikutkan dalam lomba cerpen FANGIRL Penerbit Spring] Continuance of Fangirl

“...” Cath hanya diam, melihat tidak ada respon dari lawan bicaranya Levi mengulang lagi pertanyaannya “Apa kau lapar? Kebetulan temanku menunggu dibawah, jika kau mau, kita dapat pergi kebawah bersama.”
Berpikir mungkin di kota ini tidak ada orang yang berniat jahat, Cath pun akhirnya meng-iyakan ajakan orang itu “Baiklah” dan sebelum beranjak kelantai dasar, Levi pun tidak lupa mengunci pintu kamar itu.
‘Cklek’. Selama perjalanan menuju kelantai bawah, hanya pembicaraan basa-basi saja yang mengisi percakapan mereka, seperti
‘Apa kau, emm bukan maksudku Cath. Apa baru pertama kali menginjakkan kaki di kota ini?’
Cath, jadi nanti kamu disini hanya tinggal sendirian?’
‘Kamu sekolah ditingkat apa?’
Dan semua pertanyaan itu hanya dijawab dengan satu kata ‘Iya’ oleh Cath. Apa seburuk itukah sifat anti-sosial Cath? Dengan berlalunya pertanyaan tadi, akhirnya mereka sampai kelantai dasar. Cath pun mencari ayahnya dilobby utama dan akhirnya menemukannya.
“Pap!” sapa Cath sambil berlari kecil. “Papa bisa mnurunkan semua barangku dan menaruhnya didekat receptionist dahulu. Karena aku diajak untuk makan siang dahulu, kupikir disini cukup baik. Jika sudah semua, Papa bisa pulang.” Sambil mencium pipi ayahnya, Cath hampir lupa memperkenalkan teman barunya.
“Pap, kenalkan ini Levi, dan Lev kenalkan ini Papa.” Mereka berdua pun bersalaman, setelah itu Cath pun langsung beranjak pergi dan berkata pada ayahnya “Akan kuhubungi setiap harinya, Pap!”
Setelah menjauhi ayahnya, Levi dan dan Cath pun bertemu dengan orang yang disebut sebagai teman Levi.
“Hei!” Seseorang melambaikan tangannya kearah Levi, Levi pun membalasnya dengan senyum yang merekah
“Oi!”. Cath yang tidak kenal dengan laki-laki itu pun hanya mengikuti arah jalan Levi.
“Perkenalkan, ini Jose. Temanuk sejak aku SMP.” Kata Levi memperkenalkan temannya itu. Merasa gugup karena Jose sedikit lebih tampan dari Levi, Cath pun mengulurkan tangannya, dan Levi pun melanjutkan kata-katanya
“Dan ini Cath, teman sekamarku nanti.”
“Cath.”
“Jose” sambil tersenyum, kedua orang itupun melepaskan jabatan tangannya. Levi yang melihat kejadian itu pun berkata “Baru pertama kali berjumpa saja sudah senyum-senyum, gimana kalau setiap hari?Huh, sudah cepat kalian jalan. Aku sangat lapar, toh tempat nya juga dekat.” Levi pun memimpin jalannya.

==

Selesai sesi makan siang, Levi dan Cath pun balik kekamar mereka. Jose memilih untuk langsung pulang karena ada urusan mendadak.
“Jadi orangtua mu tinggal di kota berbeda denganmu? Kenapa kau pindah kesini?” hahh, pertanyaan sepele lagi. Menurut Cath
“Iya. Karena menurut orangtuaku, aku sudah cukup dewasa dan karena menurut mereka sekolahku juga lebih dekat dari sini. Jadi aku dipindahkan kesini, deh.”
“Jadi kamu bakal jadi anak pindahan sekolah baru ya?” tanya Levi sambil masuk kedalam kamar baru mereka. “Iya” jawab Cath sambil mengikuti Levi dari belakang.
“Disekolah mana?”
“Pas depan gedung ini, kayaknya sih ya...” Cath pun tidak tahu pastinya tempat itu, tapi pengakuan ayahnya tentang keberadaan sekolahnya seperti itu.
“Oh itu? Sekolahku juga disitu! Ohiya, aku belum menceritakan ya kalau aku murid pindahan juga hahaha..” kata Levi dengan semangat nya. “Jadi tuh awalnya...”
Dengan muka pasrah dan rasa lelah yang bergabung menjadi satu, akhirnya Cath pun mendengarkannya sambil memainkan ponsel nya. Iseng-iseng buka instagram, K-Idol yang ia kagumi selama ini ada post foto terbaru
Eunh*****
POST THE PHOTO
Eunh***** : with mom&dad
Dengan senang hati tentu saja pikiran Cath tersita oleh satu posting-an idol tersebut. ‘Oh, tak salah selama ini aku mengidam-idamkan nya. Apa aku berlebihan menjadi fangirl?’ pikir Cath dalam hatinya.
“Oi, apa kau mendengarku?” tanya Levi tiba-tiba karena merasa tidak dihiraukan. Tidak dihiraukan juga, ia pun mengguncang pundak Cath “Oi!”
“Eh? Kenapa?” Cath kebingungan karena diguncang seperti itu, habis menambahkan comment di instagram idol-nya itu ia pun mengalihkan perhatiannya pada Levi.
“Kau tidak mendengarkan ceritaku barusan ya?”
“Tidak.” Dengan santainya Cath menjawab lalu mengalihkan perhatiannya pada ponselnya lagi. Dengan muka aneh Levi menatap Cath yang masih serius dengan smartphone-nya
...

Dari penulis best-seller Eleanor and Park

Penulis: Rainbow Rowell
Terbit: November 2014